Rabu, 24 Juli 2019
SIKAP RENDAH HATI DALAM BERBISNIS
SIKAP RENDAH HATI DALAM BERBISNIS
oleh
Lita Tania, 1705340, Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
litania51@gmail.com
1. Pendahuluan
Rendah hati merupakan sikap seseorang yang tenang, sederhana, dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabur (sombong). Sikap rendah hati juga dapat diartikan sebagai perilaku seseorang yang tidak melihat dirinya memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Seseorang yang rendah hati juga berarti bahwa orang tersebut menyadari mengenai semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa, dan dengan pemahaman tersebut, maka tidak akan pernah terbesit sedikitpun dalam dirinya tentang kesombongan dan merasa lebih baik dari orang lain, serta tidak merasa bangga dengan apa yang Ia punya, atau apa yang sudah Ia capai. Sikap rendah hati juga dapat didefinisikan sebagai sebuah tindakan yang berpegang teguh bahwa segala sesuatu yang Ia kerjakan merupakan suatu ibadah kepada Tuhan, dan bukan untuk dipuji oleh orang lain.
Tanda orang yang memiliki sikap rendah hati ialah disaat seseorang semakin bertambah ilmunya, maka semakin bertambah pula sikap rendah hati dan kasih sayangnya, dan semakin bertambah pula amalnya, maka semakin meningkat rasa takut untuk melakukan kesombongan. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu orang lain, dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya, maka semakin dekat pula dirinya dengan Tuhan.
Melakukan bisnis hendaknya tidak dengan sikap tinggi hati, yaitu sifat sombong, misalnya, tidak mempromosikan produk secara berlebihan, apalagi hingga menjatuhkan produk yang lain dalam bersaing, baik itu menjatuhkan melalui tulisan, gambar, ataupun perkataan.
Banyak orang yang merasa tinggi hati, yaitu sifat sombong pada diri seorang wiraswasta ketika usahanya telah sukses. Seseorang yang merasa sombong karena usahanya berjalan dengan baik, biasanya tidak akan bertahan lama. Pasalnya, orang yang sombong tidak akan berpikir jauh, dan tidak akan menerima kritik serta saran dari orang lain, karena orang tersebut berpikir bahwa segala tindakan yang dilakukannya adalah benar. Berbeda dengan seorang wiraswasta yang rendah hati, Ia lebih siap dengan segala kemungkinan yang terjadi pada usahanya, dan menerima segala kritik dan saran dari orang lain yang dapat membangun usahanya lebih baik lagi, maka dari itu artikel populer ini akan menyajikan mengenai sikap rendah hati dalam berwiraswasta yang didalamnya meliputi, (1) ilustrasi pengembangan sikap rendah hati dalam adegan peristiwa bisnis, (2) definisi sikap rendah hati berdasarkan kamus, dan teori pandangan para ahli, (3) pentingnya memiliki sikap rendah hati dalam kegiatan berwiraswasta, (4) efek negatif apabila sikap rendah hati tidak dimiliki oleh seorang wiraswasta, dan yang terakhir mengenai (5) upaya -upaya yang perlu dilakukan oleh seorang wiraswasta untuk memiliki dan mengembangkan sikap rendah hati dalam menjalankan usahanya demi mencapai pintu kesuksesan.
2. Pembahasan
2.1. Ilustrasi Pengembangan Sikap Rendah Hati dalam Adegan Peristiwa Bisnis.
“Kisah Sukses Bos IKEA, Sang Miliarder yang Rendah Hati”
Ingvar Kampard, pria berusia 89 tahun yang berasal dari Swedia ini merupakan salah satu miliarder pemilik perusahaan ritel furniture terbesar, yaitu IKEA. Walaupun kini Ia menjabat sebagai dewan penasihat diperusahaan yang telah Ia dirikan tersebut. Kisah perjalanan kesuksesan Kampard membuat banyak orang berdecak kagum kepadanya.
Kampard telah mendedikasikan hidupnya untuk mendirikan perusahaan tersebut lebih dari 70 tahun. Hingga saat ini, Ia mampu memiliki nilai kekayaan yang fantastis yaitu mencapai US$ 39,3 miliar dan menempati posisi orang terkaya ke-10 didunia dalam daftar miliarder milik Forbes.
Mengutip dari Business Insider, Selasa (21/1/2016), Kampard mampu mencapai kesuksesan dengan terus menetapkan etos kerja pribadi dan profesionalnya dalam setiap inovasi yang telah Ia keluarkan.
Pria yang lahir di Swedia pada 1926 ini memang memiliki bakat bisnis sejak kecil. Tepatnya pada saat menginjak usia 5 tahun, Ia sudah berwiraswasta dibidang tiket pertandingan untuk menambah pemasukan uang pribadinya. Lalu, menginjak usia 10 tahun, Kampard mulai berwiraswasta dibidang pernak-pernik musim liburan yang produk tersebut Ia jual kepada tetangga-tetangga di dekat rumahnya. Pada usia 17 tahun, Kampard mendapatkan hadiah berupa uang dari Ayahnya karena sudah mampu mendapatkan nilai bagus di sekolahnya. Ia pun menggunakan uang tersebut untuk mendirikan IKEA pada tahun 1943. Ia tidak memperkenalkan bisnis yang Ia jalani tersebut kepada Ayahnya hingga usia usahanya menginjak 5 tahun.
Pada awalnya, Ia hanya berwiraswasta dengan berjualan furniture sederhana, seperti bingkai foto. Namun, seiring berjalannya waktu, bisnisnya pun berkembang sangat signifikan. Nama IKEA, Ia ambil dari akronim namanya, yaitu Ingvar (I), Kampard (K), serta nama desa dan keluarga tempat Ia dilahirkan, yaitu Elmtaryd (E), dan Agunnaryd (A).
Pada tahun 1956, Kampard membuat inovasi dalam dunia perbelanjaan furniture dengan menggunakan metode “flatpacking”. Metode ini merupakan metode yang memperbolehkan konsumen untuk membeli furniture secara satuan sehingga konsumen dapat membuat desain interior yang sesuai dengan keinginan konsumen tersebut.
Menurut penulis terkenal Malcolm Gladwell, Kampard merupakan seorang wiraswasta yang hebat, karena Ia mampu mengkombinasikan kesadaran, keterbukaan, dan ketidaksukaan yang Ia miliki sehingga mampu menjadi inovator terbaik seperti sekarang ini.
Kampard memindahkan lokasi markas IKEA dari Swedia ke Denmark pada tahun 1973, dan perusahaannya mempunyai markas besar di Belanda. Saat ini, IKEA telah memiliki 375 toko yang tersebar di 47 negara di dunia, yang menandakan bahwa total kekayaan Kampard pun makin bertambah.
Selain bidang furniture, Kampard juga melebarkan bisnisnya di dunia makanan dengan mendirikan IKEA Food Service, dan IKEA Food Service tersebut dapat menyumbang 1,7 miliar untuk pendapatannya.
Kampard merupakan miliader yang rendah hati, karena selain dikenal sebagai wiraswasta dan innovator terbaik, Ia juga merupakan sosok yang luar biasa. Walaupun memiliki aset kekayaan yang sangat banyak, Kampard dikenal masyarakat sebagai pribadi yang rendah hati, yaitu Ia tidak pernah menyombongkan dirinya. Terlihat ketika Ia tetap memilih untuk berpergian dengan pesawat kelas ekonomi, lalu bertempat tinggal di hotel murah, serta mengendarai mobil tua yang bermerek Volvo yang sudah Ia miliki sejak 20 tahun yang lalu. Kampard juga dikenal sebagai seseorang yang dalam menjalankan usahanya tidak pernah berupaya untuk mencari perhatian atau pujian publik atas keberhasilan usaha yang telah Ia capai. Selain itu Ia juga menerima kritik dan saran dari orang lain mengenai usaha yang dijalankannya agar usahanya tersebut dapat berkembang lebih baik lagi.
2.2. Definisi Sikap Rendah Hati Berdasarkan Kamus, Teori Pandangan Para Ahli
2.2.1. Definisi Sikap Rendah Hati Berdasarkan Kamus
Rendah hati dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi ke-5 adalah, suatu hal atau sifat yang tidak sombong atau tidak angkuh. Lalu rendah hati dalam kamus bahasa Arab disebut dengan tawadhu yang artinya ialah suatu sikap yang menyadari keterbatasan kemampuan dan ketidakmampuan diri seseorang, sehingga dengan melihat keterbatasan tersebut, seseorang tidak akan menjadi angkuh dan juga tidak akan menyombongkan dirinya. Selanjutnya dalam kamus besar bahasa Inggris, rendah hati disebut dengan “humility” yang berasal dari bahasa Latin yakni humalitas, yang merupakan kata benda yang berhubungan dengan kata sifat humilis, yang jika diterjemahkan menjadi “kerendahan hati”.
2.2.2 Definisi Sikap Rendah Hati Berdasarkan Teori Pandangan Para Ahli.
2.2.2.1. Menurut Buya Hamka (1908-81), rendah hati ialah sikap yang membuat seseorang yang memilikinya tidak akan mencampuri urusan orang lain yang orang tersebut tidak memahaminya, dan mengetahui batasan diri pada bidang yang Ia kuasai, karena itulah, Buya Hamka menyebut rendah hati ini dengan istilah “tahu diri”.
2.2.2.2. Menurut Davis, Rice, McElroy, Dkk (2015), menyebut rendah hati sebagai sesuatu hal yang dimiliki oleh setiap individu yang memahami bahwa dirinya hanya memiliki pengetahuan yang terbatas, maka Ia dapat meminimalkan arogansi intelektualnya dan mempresentasikan ide-idenya dengan cara tidak mengundang penolakan atau ketidaksukaan dari orang lain, melainkan menerima pandangan yang berlawanan tersebut tanpa harus memunculkan pertentangan ataupun permusuhan.
2.2.2.3. Menurut Rowat, Kang, dan Haggard (2014), menyatakan bahwa orang yang rendah hati ialah orang yang terbuka pada pandangan orang lain dan pada saat menyampaikan suatu pandangan tidak menyakitkan perasaan orang lain, yang nantinya akan berdampak positif bagi dirinya, yaitu dirinya akan disukai dan lebih diterima oleh orang lain.
2.3. Pentingnya Memiliki Sikap Rendah Hati dalam Kegiatan Berbisnis
Ketika seorang wiraswasta sedang melakukan perbincangan dengan seorang investor atau rekan kerja mengenai cerita perkembangan usaha yang sedang dijalankan, mereka terkadang mengabaikan inti diskusi dan selalu membicarakan mengenai pencapaian mereka sendiri, yaitu menyombongkan mengenai sesuatu yang mereka miliki, tanpa menyadari bahwa sikap tersebut menimbulkan dampak negatif untuk dirinya yaitu, Ia tidak akan disukai oleh siapapun, termasuk tidak disukai oleh pelanggan dan orang yang hendak bekerja sama dengan dirinya.
Sangat penting bagi seorang wiraswasta untuk bangga dengan pencapaiannya, tetapi mereka juga harus tetap rendah hati atas pencapaiannya tersebut, dan mereka juga harus selalu ingat bahwa pencapaian yang sudah diraih bukanlah pencapaian atas usaha sendiri saja, tetapi pencapaian tersebut tercapai atas dukungan serta bantuan dari orang lain.
Menjadi seorang wiraswasta yang rendah hati tidak mengeluarkan biaya sedikit pun, hanya mengeluarkan sedikit ego dan lebih banyak penghargaan. Rasa saling hormat akan membuat mudah seseorang untuk menjadi rendah hati. Kerendahan hati ini juga dapat membuka pintu peluang menuju kesuksesan, karena dengan rendah hati segala rintangan dapat mudah terlewati, yaitu kerendahan hati akan membuat seorang wiraswasta terbuka terhadap sudut pandang orang lain, yaitu terbuka pada kritik dan saran dari orang lain. Lalu rendah hati juga dapat menyadari saat seorang wiraswasta melakukan perbuatan yang salah, karena seorang wiraswasta yang rendah hati tidak akan keras kepala untuk tetap merasa benar saat terlihat jelas melakukan kesalahan, melainkan akan jujur pada dirinya sendiri mengenai bahwa dirinya memang melakukan kesalahan dan berusaha untuk memperbaikinya, bahkan jika menyangkut dengan orang lain pada saat berwiraswasta, dirinya akan segera meminta maaf jika memang melakukan sebuah kesalahan dan meredam pertikaian. Rendah hati juga akan berperan penting pada saat berkompromi dengan orang lain maupun keadaan, karena seorang wiraswasta yang rendah hati dapat ditempatkan dimana saja dan dengan siapa saja karena Ia selalu dapat berkompromi dengan kondisi apapun juga, dan mengetahui juga bagaimana menempatkan dirinya jika berada bersama dengan orang lain yang karakternya berbanding terbalik dengan dirinya dan dapat dikatakan pula Ia merupakan seseorang yang dapat menyesuaikan diri dengan cepat. Rendah hati juga berperan penting terhadap hubungan dengan orang lain yang memiliki sudut pandang yang berbeda, karena seorang wiraswasta yang rendah hati akan memiliki pikiran yang begitu fleksibel, dan dapat terhubung dengan segala macam karakteristik orang yang memiliki berbagai macam pandangan, dan dapat mengelola perbedaan tersebut menjadikan sebuah keunikan yang menguntungkan kedua belah pihak, bukan malah menjadikannya sebagai sebuah perselisihan. Rendah hati juga dapat menekan ego seorang wiraswasta, karena dengan bersikap rendah hati, wiraswasta tersebut dapat mempertahankan egonya dan jauh lebih mementingkan kerendahan hati demi kebaikan bersama. Rendah hati juga dapat berperan penting terhadap orang lain yang akan lebih menghargai keberadaan wiraswasta tersebut, karena orang-orang akan lebih jauh menghargai seorang wiraswasta yang memiliki sifat rendah hati dibandingkan dengan seorang wiraswasta yang suka menyombongkan dirinya. Rendah hati juga memiliki peran penting bagi seorang wiraswasta yaitu terhindar dari sifat sombong atau takabur terhadap semua harta atau kenikmatan lain yang ada dalam dirinya.
2.4. Efek Negatif Apabila Sikap Rendah Hati Tidak Dimiliki oleh Seorang Wirausahawan
Jika tidak terdapat sikap rendah hati pada seorang wiraswasta, maka menimbulkan sikap tinggi hati, yaitu pertama, akan menimbulkan sifat sombong, yang mengakibatkan semakin sulit wiraswasta tersebut untuk berbaur dan bergaul dengan orang lain, karena wiraswasta tersebut memiliki sifat keras kepala yang tidak menerima sudut pandang, serta kritik dan saran dari orang lain, yang pada akhirnya akan menimbulkan dampak negatif bagi dirinya, yaitu orang lain tidak ingin bekerja sama ataupun sudah tidak tertarik lagi terhadap produk yang ditawarkan dalam usahanya, karena kesombongan merupakan sebuah pemecah persaudaraan dan organisasi dalam berwiraswasta, dan juga menambah musuh serta menjauhkan kerabat kerja dan pelanggan. Kedua, dapat menurunkan kadar mawas diri, yaitu tidak perduli lagi dengan kesalahan yang telah dilakukan dan tidak mau menerima teguran dari orang lain, karena menurutnya semua hal yang dilakukannya adalah benar, yang mengakibatkan tidak adanya perubahan dalam usaha yang dijalankannya untuk menjadi lebih baik lagi. Ketiga, menolak berkat, yaitu jika tidak ada sikap rendah hati, maka Tuhan akan membiarkan usahanya dalam ketepurukan, karena sikap tinggi hati merupakan sikap yang tidak disukai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Keempat memunculkan sifat serakah, yang menganggap dirinya begitu super sehingga segala sesuatu adalah haknya, dan miliknya.
Jika seorang wiraswasta tidak memiliki sikap rendah hati maka akan mendapatkan sebuah pelabelan nama dari orang lain, yaitu yang pertama, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung pamer kepada orang lain karena memperlihatkan harta yang dimilikinya dengan meninggikan dirinya atas pencapaian yang sudah diraih. Kedua, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung merendahkan keberadaan orang lain, yaitu tidak menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Ketiga, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung lupa diri, yaitu tidak ingat dengan orang-orang yang sudah membantu dan mendukung usahanya tersebut. Keempat, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung harus dipuji, yaitu merasa hebat, dan suka cari sensasi. Kelima, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang perfeksionis, yaitu orang yang tidak mau mengalah dan tidak mau mengakui kesalahannya, dan menganggap dirinya benar saja, tanpa mau meminta maaf karena merasa segala tindakan yang dilakukannya adalah benar.
2.5. Upaya-Upaya yang Perlu dilakukan oleh Seorang Wirausahawan untuk Memiliki dan Mengembangkan Sikap Rendah Hati dalam Menjalankan Usahanya Demi Mencapai Pintu Kesuksesan.
Upaya-upaya tersebut dapat dilakukan dengan cara, sebagai berikut:
• Menjadi Pendegar yang Baik
Upaya yang pertama agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah mau menjadi pendengar yang baik. Sikap mau mendengarkan orang lain merupakan sikap rendah hati yang dimiliki oleh semua para wiraswasta. Orang yang rendah hati akan mudah merasa empati kepada sesamanya dan berusaha untuk dapat diandalkan oleh orang-orang disekitarnya.
• Mengetahui Kapasitas Diri
Upaya yang kedua agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan mengetahui kapasitas dan kemampuan yang ada di dalam dirinya. Seorang wiraswasta akan menyadari kekurangan yang dimilikinya dan akan terus berusaha untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada pada dirinya demi tercapainya sebuah bisnis yang lebih baik lagi.
• Menerima Kritik dan Saran
Upaya yang ketiga agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan ikhlas menerima kritik dan saran dari orang lain, karena seorang wiraswasta yang menerima kritik dan saran dari orang lain, maka akan membentuk wiraswasta tersebut menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam mengembangkan usahanya.
• Tidak Terlalu Banyak Berbicara Mengenai Dirinya
Upaya yang keempat agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan tidak terlalu banyak berbicara mengenai dirinya, karena apabila seorang wiraswasta terlalu banyak berbicara mengenai dirinya, terkadang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman, bisa jadi karena terlalu banyak berbicara mengenai dirinya malah membuat kesan “riya” atau “pamer” pada diri wiraswasta tersebut, yaitu terlalu membangga-banggakan dirinya sendiri, dan juga karena sikap rendah hati adalah sebuah sikap yang tidak menonjolkan kelebihan yang dimiliki.
• Mau Membantu dan Menyenangkan Orang Lain.
Upaya yang kelima agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah mau membantu dan menyenangkan orang lain. Orang yang senang membahagiakan orang lain merupakan sikap dari kerendahan hati yang dimiliki oleh seorang wiraswasa, yaitu terlihat ketika seorang wiraswasta berupaya untuk melihat orang lain tersenyum, tertawa, atau membantu orang lain, termasuk pelanggan dan rekan kerjanya, maka akan timbul dampak yang positif bagi dirinya, yakni membuat banyak rekan kerja tertarik untuk bekerja sama dengan dirinya, dan juga membuat banyak pelanggan tertarik terhadap produk yang ditawarkannya tersebut.
• Berani untuk Meminta Maaf dan Memaafkan
Upaya yang keenam agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan berani untuk meminta maaf dan memaafkan, karena dengan meminta maaf dan memaafkan wiraswasta tersebut menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya pada saat mengembangkan usahanya, sedangkan jika wiraswasta tersebut tidak dapat memaafkan kesalahan orang lain, maka wiraswasta tersebut merupakan seseorang yang memiliki sifat sombong dan pendendam.
• Tidak Berhenti untuk Belajar serta dibimbing
Upaya yang ketujuh agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan tidak berhenti untuk belajar serta dibimbing. Seorang wiraswasta yang memiliki sikap rendah hati tentunya akan lebih mudah dibimbing karena Ia merasa bahwa Ia memerlukan bantuan orang lain untuk membimbing usahanya, dan kemauan keras untuk tidak pernah berhenti belajar juga merupakan upaya dari sikap rendah hati yang dimiliki oleh seorang wiraswasta, agar usahanya tersebut dapat berkembang menjadi lebih baik lagi.
• Mau Menerima Kekurangan dan Kelebihan Orang Lain
Upaya yang kedelapan agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan mau menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, karena seorang wiraswasta yang memilki sikap rendah hati akan dengan mudah menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Mengingat bahwa, seorang wiraswasta dalam menjalankan usahanya memerlukan bantuan dan dukungan orang lain, maka dari itu wiraswasta tersebut harus menerima kekurangan serta kelebihan dari orang lain yang membantu serta mendukung usahanya tersebut.
• Berdoa kepada Tuhan
Upaya yang kesembilan agar seorang wiraswasta memiliki sikap rendah hati adalah dengan berdoa kepada Tuhan, karena seorang wiraswasta yang memiliki sikap sendah hati, tidak akan luput untuk melibatkan Tuhan dalam setiap langkah dan perjuangannya dalam menjalankan usaha, karena dengan begitu Ia menyadari bahwa tidak selamanya Ia mampu menghadapi semuanya sendiri tanpa bantuan pertolongan dari Tuhan. Dengan berdoa dan berharap kepada Tuhan, maka wiraswasta tersebut menyadari segala hal yang terjadi baik itu buruk maupun baik pada usahanya merupakan takdir yang telah dituliskan oleh Tuhan untuk dirinya.
3. Penutup
3.1. Kesimpulan
Sikap rendah hati merupakan sikap seseorang yang tenang, sederhana, dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabur (sombong). Sikap rendah hati juga dapat diartikan sebagai perilaku seseorang yang tidak melihat dirinya memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan orang lain. Seseorang yang rendah hati juga berarti bahwa orang tersebut menyadari mengenai semua kenikmatan yang didapatnya bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa,
Banyak orang yang merasa sombong karena usahanya telah sukses. Seseorang yang merasa sombong karena usahanya berjalan dengan baik, tidak akan bertahan lama. Pasalnya, orang yang sombong tidak akan berpikir jauh. Berbeda dengan orang yang rendah hati, yang lebih siap dengan kemungkinan apapun yang terjadi pada bisnisnya. Maka dari itu, sikap rendah hati sangat penting bagi seorang wiraswasta dalam menjalankan usahanya karena sikap tersebut dapat membuka pintu peluang menuju pintu kesuksesan dalam berwiraswasta, karena dengan sikap rendah hati segala rintangan dapat mudah terlewati.
Sebaliknya, jika seorang wiraswasta tidak memiliki sikap rendah hati maka wiraswasta tersebut akan selalu mengalami keterpurukan dalam mengembangkan usahanya, yaitu usaha tersebut tidak akan berkembang menjadi lebih baik lagi, karena wiraswasta tersebut menjunjung tinggi sikap tinggi hati, yaitu seperti menimbulkan sifat sombong, yang mengakibatkan semakin sulit wiraswasta tersebut untuk berbaur dan bergaul dengan orang lain, karena wiraswasta tersebut memiliki sifat keras kepala yang tidak menerima sudut pandang, serta kritik dan saran dari orang lain, lalu dapat menurunkan kadar mawas diri, menolak berkat dari Tuhan, dan yang terakhirkan memunculkan sifat serakah.
Sikap seorang wiraswasta yang tidak memiliki sikap rendah hati juga akan mendapatkan sebuah pelabelan nama dari orang lain, yaitu yang pertama, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung pamer, lalu wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung merendahkan keberadaan orang lain, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung lupa diri, wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang cenderung harus dipuji, yaitu merasa hebat, dan suka cari sensasi, dan yang terakhir wiraswasta tersebut dikatakan sebagai orang yang perfeksionis.
Upaya-upaya yang perlu dilakukan oleh seorang wiraswasta untuk memiliki dan mengembangkan sikap rendah hati dalam menjalankan usahanya demi mencapai pintu kesuksesan yaitu dengan cara menjadi pendegar yang baik, mengetahui kapasitas diri, menerima kritik dan saran dari orang lain, tidak terlalu banyak berbicara mengenai dirinya, mau membantu dan menyenangkan orang lain, berani untuk meminta maaf dan memaafkan, tidak berhenti untuk belajar serta dibimbing, mau menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, serta berdoa kepada Tuhan untuk meminta bantuan pertolongan dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan.
4. Daftar Pustaka
Sukandar, C. A. (2018). Rendah Hati Tetap Penting untuk Seorang Pengusaha. [Online]. Diakses dari: https://www/wartaekonomi.co.id/ read193277/rendah-hati-tetap-penting-untuk-seorang-pengusaha.html
Mulia, V. (2019). Contoh Sikap Rendah Hati, Ini Ciri-Cirinya. [Online]. Diakses dari: https://terakurat.com/ciri-sikap-rendah-hati-seseorang/
Muliana, V. A. (2016). Kisah Sukses Bos IKEA. [Online]. Diakses dari: https://www.liputan6.com/bisnis/read/2426521/kisah-sukses-bos-ikea- sang-miliader-yang-rendah-hati
Kesra. (2017). Psikologi: Rendah Hati. [Online]. Diakses dari: http://baranews.co/2017/05/28/psikologi-rendah-hati/
Alwin. L (2017). 17 Akibat dan Cara Menghilangkan Rasa Sombong – Kesombongan adalah Kelemahan Terbesar [Online]. Diakses dari: http://lasealwin.com/2017/01/07/mengapa-tidak-boleh-sombong/#
Wima, P. (2018). Meski Sering Gak Disadari, 7 Tanda Ini Bukti Kamu Rendah Hati. [Online]. Diakses dari: https://www.idntimes.com/life/inspiration /stella /7-tanda-ini-bukti-kamu-rendah-hati/full
5. Biografi Penulis
Lita Tania, lahir di Jakarta, 21 Januari 2000, adalah mahasiswa S1 jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Lita memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Lita, Lit, Ta, Litbang, Litdut, dan Tania. Lita merupakan anak kedua dari dua bersaudara.
Masa pendidikan Lita dari TK hingga SMA sepenuhnya berdomisili di Jakarta, yaitu di TK Pelita Jakarta lalu berlanjut ke SDN 04 Pagi Jakarta, kemudian dilanjutkan di SMPN 275 Jakarta, lalu dilanjutkan di SMAN 67 Jakarta, dan kini meneruskan ke jenjang Universitas di luar Jakarta yaitu di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Lita memutuskan untuk berkuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia karena dari semenjak masa-masa sekolah, Lita sangat menyukai mata pelajaran bahasa Indonesia, serta nilai-nilai mata pelajaran bahasa Indonesia yang didapatkan oleh Lita di masa-masa sekolah pun sangat bagus. Alasan lain dari Lita untuk memutuskan berkuliah di jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia karena Lita ingin bekerja sebagai seorang editor ataupun jurnalis.
Disamping ingin menjadi seorang editor ataupun penulis, Lita juga memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha, yaitu Lita sedang menjalani usaha dibidang case untuk gawai dengan desain yang dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen. Target pasar untuk produk tersebut adalah semua jenis kalangan umur, dan dengan harga yang sangat bersahabat, yaitu satu case gawai hanya dijual dengan harga Rp. 35.000,- saja. Usaha tersebut sudah Lita jalani sejak Lita duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), tepatnya pada kelas 1 SMA. Alasan Lita berwiraswasta yaitu untuk menambah pendapatan yang nantinya uang dari hasil usaha tersebut akan ditabung untuk membeli keperluan Lita sendiri tanpa harus meminta dari orang tua, dan juga untuk meringankan beban orang tua.
Lita juga aktif dalam kegiatan non-akademis di kampusnya, yaitu Lita aktif di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bulu Tangkis UPI dengan jabatan sebagai divisi kewirausahaan, dan di Paguyuban Batavians dengan jabatan sebagai divisi Pengembangan Sumber Daya Organisasi (PSDO).
Moto hidup Lita yaitu “Bisa karena Ada Kemauan”. Terakhir, terdapat personal kontak Lita yang dapat dihubungi, yaitu melalui via email: litania51@gmail.com.
Langganan:
Postingan (Atom)